Hangatnya Wedhang Poci Rempah di Omah Lodjie Solo


Hasil pencarian dengan kata kunci minuman tradisional di kota Solo membawa Mae dan teman-teman ke sebuah wedhangan dengan konsep kafe di daerah Jebres, Solo. Teman jelajah kuliner Mae kali ini adalah Dhiwan dan Ike. Lampu taman bola kelap-kelip di jalan Kol.Sutarto, tepatnya depan RSUD DR Moewardi, menjadi penanda bagi kami saat mencari lokasi WEDHANGAN OMAH LODJIE.


Omah Lodjie, dalam bahasa jawa artinya Rumah Besar. Ya, kafe ini memang menempati sebuah bangunan dengan gaya kolonial yang besar. Yeayy.. Mae yang suka bangunan-bangunan eksotik ga nyangka kalau bisa menemukan gedung seindah ini di tengah kota :)

Beruntung sekali Mae dan teman-teman diperbolehkan melihat langsung proses pembuatan salah satu sajian andalan di kafe wedhangan ini, yaitu WEDHANG POCI REMPAH.
Mb Indri, supervisor Omah lodjie, dengan ramah menjawab pertanyaan-pertanyaan kami yang kepo ini *yess,, kepo is our middle name :p

Tapi maaf loo Sob, bukan karena ga cinta, di sini Mae tidak menjelaskan detail apa saja bahan-bahannya yaa.. secara ini kan resep rahasia turun temurun.. takutnya ada plagiat *ups!


Pokoknya buaanyaakkk banget rempah-rempah asli Indonesia yang kaya akan manfaat kesehatan dengan takaran yang sudah di standarisasi di ramu dalam minuman ini. Hmmm.. aromanya aja sudah seperti aroma terapy loo... cocok banget diminum saat udara dingin. Buat yang lagi meriang meriang gereges-gereges masuk angin kecapekan maupun kurang kasih sayang (hayaahhh), minum wedhang poci rempah ini bisa jadi solusi. *bukan buzzer loo.. Mae ga dibayar untuk promosi ini. Swear, dari hati :D


Satu poci wedhang rempah harganya Rp.15.000. kira-kira cukup untuk 3 cangkir. Gula di sajikan terpisah sesuai selera. Tersedia 3 jenis gula, yaitu gula batu, gula merah (atau gula aren ya?), dan gula palm bubuk. Ada juga irisan jeruk nipis untuk yang menginginkan rasa yang lebih semriwing.

Salah seorang pengelola WOL, Patmanto, mengatakan kafe wedangan tersebut didirikan oleh belasan alumnus SMA Santo Yosef, Solo. Beberapa di antara mereka saat ini bekerja di Jakarta. Awalnya, sambung Patmanto, ide pendirian wedangan itu tercetus saat mereka berkumpul di Solo.
“Salah satu alumnus yang kebetulan juga pemilik bangunan rumah ini, memperbolehkan rumahnya dibuat wedangan. Akhirnya tak berapa lama, wedangan ini berdiri,” ujar Patmanto saat ditemui Espos, Selasa malam.
Beberapa alumnus, imbuh dia, akhirnya sepakat kafe wedangan tersebut sebagai tempat kumpul bareng saat pulang ke Kota Bengawan. Lebih lanjut Patmanto menjelaskan, arti kata Omah Lodjie adalah rumah besar. Kata tersebut merujuk pada rumah besar zaman dulu yang sering disebut loji.
( www.solopos.com )
Untuk makanan yang menjadi andalan adalah Nasi Langgi. Nasi kucing yang berisi nasi putih, kering kentang, sambel, suwiran telur dadar, dll. Kita bisa menambahkannya dengan aneka sate khas wedhangan lainnya. Lengkap!


Selain minuman dan makanan khas yang cuma ada di Omah lodjie (di tempat lain rasanya beda),, keunggulan tempat ini adalah Live Music yang ada setiap hari mulai pukul 19.00. Halaman parkir luas. Tersedia juga tempat untuk meeting, arisan, dan acara lain. Lantai dua itu nyaman, cocok buat pacaran *ehhh...
So,,, Boleh nih guys.. klo ke Solo jangan lupa mampir ke sini... Boleh PM Mae klo butuh seseorang buat di traktir, ahayyy  :)

Piknik di Bumi Perkemahan Sekipan Tawangmangu


Karanganyar memang seperti surga bagi warga solo raya pecinta wisata alam tapi ga punya banyak waktu (dan dana) untuk travelling ke surga-surga yang jauh :D


Kali ini Mae piknik (cuma piknik yaa.. bukan kemah) di BUMI PERKEMAHAN SEKIPAN TAWANGMANGU. Bersama lovely friend di #BPJS ~ Backpacker Joglosemar~ walau cuma segelintir orang yang ikut. Maklum, rencananya juga mendadak ^^

Kenalan dulu ini ada Ayun, Ika, Aji, Mae, Bakti, Retno, Risang, dan yang ngga ikut foto karena datang belakangan itu Aris.


Sebelum sampai lokasi perkemahan, kami mampir di PASAR WISATA TAWANGMANGU. untuk belanja sayur mayur dan buah-buahan. Di Pasar ini juga menjual aneka bunga dan tanaman hias.





Tiket masuk ke Sekipan Rp.6.000./orang. heuheu menurutku termasuk mahal sih, tapi ya wajarlah itu mungkin untuk yang camping kan 24jam *daripada cari hotel? :p


Di dalam kawasan Sekipan camp ini juga ada CANDI. wowow! kejutan menggembirakan untuk pecinta sejarah kayak Mae *halah*



Jangan khawatir masalah MCK. pokoknya fasilitas sudah tersedia. Yang jual bakso ojek aja ada *ini buper apa pasar malem?? :D



Mae dan teman-teman cuma numpang makan aja di sini *kurang kerjaan yaakk?* Wah, tapi seru banget loo.. ga nyesel pokoknya!


Terimakasih buat Mak Nok (Retno) yang udah mensponsori acara ini.
Semoga jadi pengusaha sukses. Aamiin.


Buat sahabat Mae semua, dimanapun kalian berpijak, jangan lupa untuk menjaga lingkungan. Terutama, yang parah bgt di Indonesia adalah masalah kesadaran membuang sampah. Helloooo... kalaupun ngga ada tempat sampah, apa susahnya sih sampahnya dibawa dulu di tas? Nah, klo tempat sampah udah ada tapi tetap buang sampah sembarangan, mending ke psikiater dulu gih :p

hmm..wajar ya sampah masyarakat msh banyak yg berkeliaran.. ga ada tempat pembuangannya sih :D



Umbul Ponggok, Umbul Cokro, Umbul Manten... Klaten Memang Surga Umbul!




Sudah cukup lama Mae pengen ke umbul ponggok. Hasil browsing foto-foto di umbul ponggok memang bikin ngiler. Secara Solo ini jauh dari lautan. Bisa-bisanya orang-orang pada foto bawah air ala-ala Bunaken, lengkap dengan ikan-ikan dan bebatuan. Ya, itulah UMBUL PONGGOK. anggap aja Bunaken di Klaten :D


Serunya ikut FOOD PHOTOGRAPHY COMPETITION


Terlahir sebagai rakyat jelata dan miskin papa *lebay mode on* jarang banget Mae bisa menginjakan kaki di hotel berbintang. Apalagi mencicipi makanan-makanan hotel yang diracik dengan pengalaman puluhan tahun chef berkelas. Paling-paling pernah nyobain buffet hotel pas kantor ada event di hotel, itu pun nunggu sisa tamu undangan. *kemudian nyanyi gubug derita* :D



Tapi Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi siapapun yang mau berusaha kan?
Tiba-tiba lihat postingan di facebook yang mengumumkan tentang FOOD PHOTOGRAPHY COMPETITION di HOTEL ADHIWANGSA. wah wah *nelen ludah*


Ketentuan kompetisi ini memanjakan banget buat peserta. Bayangkan! uang pendaftaran cuma 10 ribu doang, kita dapat gratis satu jenis menu termasuk minumannya. Hadiahnya juga banyak. Ada voucher kamar dan member renang di kolam APSARA milik Hotel Adhiwangsa. Yang harus peserta lakukan cuma foto makanan, upload di sosial media, trus mention akun tertentu. Selesai. gampang kan?

Kompetisi berlangsung tanggal 10-24 Mei 2015. Sebelum nekat mendaftarkan diri, kita harus ngaca dulu dong *apa hubungannya?* jelaslah! ini lomba photography cuy! Lo siapa? siapaaa??? photographer bukan... ngerti photography juga kagak.. kamera aja ngga punya! helloooo... *lalu nangis kenjer di pojokan*

Entah karena kasihan, entah kurang peserta, entah memang strategi promosinya begitu.. Mae dan teman-teman dipersilakan ikut event ini *yeayy yeayy loncat kegirangan*


here we are!
Mae dan beberapa teman, walau cuma dengan kamera smartphone, gaya-gayaan moto-moto gtu layaknya photographer profesional.. kami ngerumpi-ngerumpi cantik di pinggir kolam renang ciamik. Tentu saja selain makanan, foto orangnya jelas sama penting! selfie n groupie itu kebutuhan primer kan?

Sepertinya para panitia acara pun senang dengan keikutsertaan kami. Soalnya, *bukan ke-PD-an yaa* kami seperti membawa suasana berbeda dalam event tersebut. Peserta lain itu kan mayoritas laki-laki dengan tampang serius dan peralatan kamera banyak banget kayak mau piknik. Potret sana potret sini *masih dengan tampang serius*... sedangkan kami gadis-gadis cantik yang berisik cekikikan sana sini, pastinya bikin suasana jadi hangat dan ceria dong. *iya ga sih?*







Selain itu, Mae juga sempat rekam video dan ditayangkan di NET TV tanggal 27 Mei 2015 acara NET 10.
ini linknya : https://www.youtube.com/watch?v=vLuFFdN3ZHU

Terimakasih Hotel Adhiwangsa dan Om-om baik hati yang menyelenggarakan event ini :)