Kemana Saja Selama Tahun 2016? (Part 2)



Sebelumnya Mae sudah membahas dari Januari sampai Juni 2016. Sekarang kita lanjutkan Juli sampai Desember yaaa... Yuk mareee...

Kemana Saja Selama Tahun 2016? (Part 1)



Kyaaaa... Udah mau ganti tahun lagi! Kemana ajaaaa... kemana ajaaaaa.... *teriak histeris sambil lari-lari pegangin kepala :'(

Cicipi 3 Kuliner Legendaris Solo Bersama Blogger Hits di Pasar Gede


Bertahun-tahun tinggal di Kota Solo, Mae menyambangi Pasar Gede baru satu kali, itu pun cuma sepintas saja. Waktu itu bertepatan acara Grebeg Sudiro beberapa tahun lalu. Padahal pengeeeen banget jelajah pasar yang menjadi salah satu destinasi pariwisata andalan di Kota Solo ini. *btw, kayaknya bakalan ada yang protes deh sama kalimat pertama Mae tadi :p

Megahnya Air Terjun Tirtosari di Magetan

foto : telusurindonesia
Air terjun Tirtosari via telusurindonesia.com

Masih satu kawasan dengan Telaga Sarangan di Magetan yang sudah terkenal, belum banyak wisatawan yang tahu keberadaan air terjun Tirtosari. Untuk menuju ke air terjun dengan ketinggian sekitar 50 meter ini, kita harus menempuh perjalanan sekitar 1-2 jam dengan berjalan kaki menyusuri persawahan warga dan jalan setapak yang naik turun.


Kalau sebelumnya Sahabat Mae sudah baca curhatan postingan Mae sebelumnya tentang Telaga sarangan, nahh sekarang Mae akan lanjutkan cerita ini. Cerita penuh kenangan yang sebenarnya ingin dilupakan :)

Mengitari bibir Telaga Sarangan, kita akan mendapati penunjuk arah ke Air Terjun Tirtosari. Berhubung sudah jauh-jauh ke Magetan, tidak ada salahnya untuk mampir sekalian ke air terjun ini. 

Tapi ternyata, ke Air Terjun Tirtosari bukanlah "mampir". Meskipun lokasinya masih satu kawasan, pengunjung harus menempuh jalan berliku naik turun dan jaauuuuuhhhh. Oke, ini bukan lebay, tapi bagi Mae, emang beneran jauh.

Telaga Sarangan yang Penuh Kenangan

Telaga Sarangan 
Tulisan tentang Telaga Sarangan ini sudah hampir satu tahun mengendap di draft blog ini. Mae gamang. Nulis ngga yaa... Dan ketika memutuskan untuk menuliskannya, Mae memutar otak sampai dipelintir-pelintir, bagian mana yang akan diceritakan dan bagian mana yang harus dilupakan. Huffhh!

Teknik Pengambilan Gambar Ala Citizen Journalist

Tips pengambilan gambar secara lengkap dan bercerita



Kuliner Khas Betawi : KERAK TELOR

foto : dream.co.id
Setelah pada postingan sebelumnya Mae bahas Gemblong, Akar Kelapa, dan Biji Ketapang. Kuliner khas Betawi yang satu ini pasti Sahabat Mae sudah sering dengar kan? Secara tiap PRJ banyak banget yang jualan kuliner lezat ini. Yup, This is it! KERAK TELOR.

Kuliner Khas Betawi : AKAR KELAPA


foto : rumahshaleh.com
Betawi punya kuliner andalan seperti Kerak telor, Asinan Betawi, Gemblong, Akar Kelapa, Biji Ketapang, dan masih banyak lagi. Tapi masih banyak aja Mae dengar orang yang berkunjung ke jakarta bingung oleh-oleh apa yang khas Betawi.

Kuliner Khas Betawi : BIJI KETAPANG


foto : gobetawi.com

Dari mana? Dari jakarta. Oleh-olehnya mana? Emang apaan oleh-oleh dari Jakarta? hmm... DVD film bajakan!

Euww.. sering banget Mae dengar petikan percakapan diatas. Banyak banget yang ngga tau di Jakarta tuh ada apaan aja yang ciamik. Baik itu destinasi wisata maupun kuliner khas Betawi. Ya mau gimana lagi. jakarta sudah terlalu campur aduk. Berbagai makanan seantero Nusantara dan Mancanegara hampir dapat kita temukan di Jakarta. Kuliner asli Jakarta malah jadi tersingkirkan deh.

Kuliner Khas Betawi : GEMBLONG

gemblong

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang sangat berlimpah. Selain rasanya lezat, setiap daerah memiliki beberapa penganan unik yang khas. Seperti di Jakarta, ada kuliner tradisional yang sudah langka, bernama GEMBLONG.

One Day Trip Jelajah Museum dan Bangunan Kolonial di Jakarta Pusat


Mau tau kenapa Mae sangat cinta dengan Jakarta? Jakarta adalah rumah dimana Mae bisa sehari penuh menjelajahi museum, bangunan tua, dan galeri seni yang lokasinya masih dalam satu kawasan. Kabar baiknya, banyak sekali event yang diselenggarakan di destinasi-destinasi tersebut dengan tiket masuk murah bahkan gratis!

Menghargai Karya Seni di Galeri Nasional



Masih butuh alasan lagi kenapa Mae cinta Jakarta? Hey, Jakarta itu punya banyak sekali gedung megah berusia ratusan tahun yang difungsikan sebagai Museum, Galeri, dan destinasi wisata dengan harga tiket murah bahkan gratis!

Megahnya Gereja Immanuel Yang Berusia Ratusan Tahun


Sahabat Mae yang berkunjung ke Jakarta, menjelajah museum dan bangunan tua bisa menjadi alternatif wisata yang mengasyikan loo. Selain di kawasan Kota Tua, museum dan bangunan bersejarah juga tersebar tidak jauh dari kawasan Monas. Jadi, dalam satu hari kita bisa berjalan kaki mengunjungi satu demi satu destinasi-destinasi tersebut.

Museum Taman Prasasti Yang Eksotis

Museum Taman Prasasti 2
Berburu suasana yang eksotis tidak harus pergi jauh dari Jakarta. Para pegiat photography dan videography pasti sudah tidak asing dengan MUSEUM TAMAN PRASASTI. Museum yang terletak di jalan tanah Abang ini kerap kali dijadikan lokasi pemotreatan dan syuting video.

Museum Gajah Itu Bernama Museum Nasional

museum gajah
Ayo ke Museum! Jika kakimu lelah mendaki gunung. Saat dompetmu terkuras untuk pergi ke pulau-pulau yang jauh. Kalau keluargamu yang terdiri dari beberapa generasi butuh berwisata bersama. Museum selalu ada menunggu kedatanganmu.

Di Pelataran Monas Ada Museum loo...

museum sejarah nasional
Jika anda berkunjung ke jakarta, jangan lupa mampir di Monas. Tahukah anda bahwa 3 meter di bawah pelataran monas, terdapat sebuah museum yang layak anda kunjungi.

Kisah Kereta Kencana di Jogjakarta

Museum kereta keraton Jogjakarta termasuk museum unik yang tidak mudah ditemukan di daerah lain. Koleksi museum ini bukanlah kereta api ataupun kereta uap, melainkan kereta kuda milik keraton kesultanan Jogjakarta. Oleh sebab itu museum ini juga sering disebut Museum Kereta kencana.

Di Dalam Benteng Vredeburg Ada Museumnya Loo...

Benteng Vredeburg
Jalan-jalan ke Jogjakarta tidak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke Malioboro, Keraton, dan Pasar Beringharjo, dan Benteng Vredeburg. Kabar baiknya, destinasi tersebut berada di lokasi yang berdekatan dan dapat dijelajahi dalam satu hari.

Cuzz maree kita city tour Jogjakarta :)

Decoupage, Seni Menempel Tisu Yang Cantik

Decoupage tuh apaan sih? Karena sebelumnya Mae bergelut di bidang kaleng lukis, Pas lihat kaleng bermotif cantik kayak foto diatas itu, Mae kira itu dilukis juga, cuma dengan cat tertentu yang uapikk dan mihiill, hihihi.

Uniknya Souvenir Kaleng Lukis



Selain travelling, kuliner, citizen journalist, dan seabrek kegemaran lainnya, Mae juga menggemari crafting. Kerajinan tangan apapun yang unik dan kreatif pasti akan menarik minat Mae. Kegemaran ini sudah tumbuh sejak kecil, mulai dari menyulam, merajut, kruistek, paper quilling, membuat bunga dari sedotan dan membuat kamu jatuh cinta.


Lezatnya Kuliner di Ralana Eatery Solo


Sahabat Mae yang pernah ke Solo pasti tau dong sama Solo Grand Mall? Secara lokasinya kan pusat kota. Nah, ga jauh di sebelah timurnya ada resto yang ciamik loo. Namanya RALANA EATERY. 

Video Wisata : Senja di Pantai Goa Cemara dan Kuwaru Jogja

Candi Sukuh dan Rumah Teh Ndoro Donker di Lereng Gunung Lawu


Halo, Sahabat Mae! kalau kalian browsing "candi sukuh" akan banyak sekali tulisan yang mengatakan legenda tentang uji keperawanan di candi sukuh. Candi ini juga dikenal sebagai "Candi yang Erotis". Kok bisa? Sebenarnya kayak apa sih?

Inilah Cara Pindah Faskes/Dokter BPJS Kesehatan Anda!


Masih ingat dengan postingan Mae tentang mengurus perpanjangan SIM
Yah, akhir-akhir ini Mae jadi tertantang untuk mencoba berbagai prosedural di berbagai lembaga. Mae mencoba zero-mind saat memasuki kantor-kantor untuk mengurus berbagai keperluan.

5 Kuliner di Solo - Video by. Maya nirmala Sari


Siapa yang senang makan? Hahaha... Makan itu sudah bukan lagi tentang tuntutan perut yaa, tapi juga tentang gaya hidup yang melibatkan kenikmatan saat bersantap dan ke-narsis-an saat fotonya diunggah ke media sosial :p

Video Kuliner : Wedhang Poci Rempah Yang Hangat dan Bermanfaat



Video Kuliner : Uniknya Steak Ceker



Video Kuliner : Sedapnya Soto Karang di Karanganyar


Video Kuliner : Es Kapal, Jajanan Legendaris yang Hampir Punah

Es Kapal, Jajanan Legendaris yang Hampir Punah


Video Kuliner : Ledre Laweyan, Kuliner Legendaris Kampung Batik

Ledre Laweyan, Kuliner Legendaris Kampung Batik



Mengurus Perpanjangan SIM Ribet? Simak Dulu Langkah-langkah Berikut!


Wajar ga sih kalau Mae tuh rasanya maleeesssss banget berurusan sama birokrasi pemerintahan. Misal ke kelurahan, kecamatan, pemkab. Bikin KTP dan KK. Sama halnya Mae males juga kalau harus ke SAMSAT, SATLANTAS, dan semacamnya. Sahabat Mae merasakan hal yang sama ga?

Entah salah siapa, tidak dapat dipungkiri bahwa kesan prosedur berbelit dan pejabat korup menjadi momok tersendiri. Itu kan ga bener yaa.. Harus segera diluruskan cara pandangnya. Tentunya pejabat terkait juga mawas diri dan terus berbenah.

This is it! Mae mau menceritakan pengalaman pribadi Mae mengurus perpanjangan SIM di SATLANTAS Boyolali beberapa hari lalu.

Gedung SATLANTAS Boyolali, tampak depan.

1. Pertama kali datang, kita akan disambut oleh petugas yang berada di sejenis meja lobi di sisi kiri pintu masuk. Mae bilang, "mau bikin SIM perpanjangan.""masih berlaku? (SIM lama belum mati)""masih.""Fotocopy dulu."

Sebenarnya Mae sudah punya fotocopy sendiri sih. Tapi mari kita ikuti saja alurnya. Dari pintu masuk, belok kiri saja, nanti ada tangga kecil dan penunjuk arah "fotocopy".

Ditempat fotocopy ini SIM dan KTP asli di copy rangkap 4. Jangan lupa bilang untuk perpanjang SIM, karena kita akan diberikan Map yang berbeda dengan yang membuat SIM baru. Harga yang harus dibayar untuk fotocopy, map, dan pulpen adalah Rp.5.000 rupiah.

tempat fotocopy
map

2. Setelah fotocopy, kita diarahkan untuk cek kesehatan. Lokasinya tepat di depan kantor SATLANTAS. Seberang jalan. Di sini kita mengisi formulir sederhana, menunggu nama dipanggil. Antri waktu itu sekitar 15 menit, lalu di dalam ruangan itu sebentaaarrr banget, hihihi. Cuma sidik jari sama difoto. Selesai. Bayarnya Rp.40.000.

tempat cek kesehatan

3. masuk ke dalam ruangan utama di gedung SATLANTAS. Dari gerbang gedung itu belok kiri.


Ambil formulir di loket pendaftaran dan informasi itu. Isi secepatnya dan serahkan ke loket yang sama untuk di periksa secepatnya yaa biar bisa dapat antrian lebih awal :)

4. Petugas di loket tersebut akan memanggil nama kita lagi ga sampai 5 menit, dan menyerahkan Map tersebut untuk kita bawa ke loket Bank yang ditunjuk untuk membayar biaya pembuatan SIM Perpanjangan sebesar Rp.75.000. (ini masuk ke kas negara untuk penerimaan non pajak)

loket Bank khusus


5. Nah, sekarang Map kita telah berisi :
    >>> 1 pcs SIM lama ASLI
    >>> 4 lembar copy SIM lama
    >>> 4 lembar copy KTP
   >>> struk keterangan dari klinik
   >>> resi pembayaran bank
   >>> formulir pengajuan

Semua berkas tersebut di serahkan ke petugas yang duduknya di sebelah kiri  loket pendaftaran dan informasi tadi. Ini yang antrinya paling lama, yaitu sekitar 30 menit tergantung banyaknya pemohon. Di sini petugas tersebut menginput data dan memeriksa kelengkapan berkas. Kita sih tinggal duduk manis aja kok. sampai nama kita dipanggil di depan Ruang Foto SIM.

nama yang dipanggil sekitar 10 orang langsung

6. Memasuki ruang foto SIM, mae ga berani ambil foto, wkwkk.. takutnya dikira ngapain :p
Secara bergantian duduk di depan meja untuk krosscek data sudah benar belum, sidik jari kanan kiri, tandatangan, dann... jepreettt! Jangan lupa senyum :)

Prosesnya ga sampai 5 menit. Antrinya sekitar 10 menit kali yaa... ehh.. kan kita bisa denger tuh ya pas orang lain di krosscek datanya, masa Mae merasa 'wow' eh itu ultahnya bareng Mae. hahaha.. padahal kan yaiyalah pasti yang barengan bikin SIM itu hari ulang tahunnya ga akan jauh beda. Norak nih, Mae!


7. SIM langsung di print sesaat setelah kita foto. Tunggu aja di luar bentaarrr. SIM langsung kita terima. Yeaaayyy!!! langsung lihat fotonya dan huffhhh... background foto biru kenapa Mae pakai jilbab warna biru juga sih :(

Selesai.


Mae berangkat dari rumah jam 8 pagi. Sampai SATLANTAS jam 9. SIM sudah Mae terima sekitar 1 jam kemudian. Yuhuu... prosesnya cuma sekitar satu jam saja loo... Apa itu lagi sepi makanya ga antri? Ngga juga, kok. Ada sekitar 10- 15 orang di depan Mae dan mungkin 10-15 orang di belakang Mae. Tapi memang pelayanannya lumayan cepat dan kalau dijalani ternyata tidak sesulit yang Mae bayangkan sebelumnya.

Total biaya yang di keluarkan Rp.120.000. ehh tambah parkir 2000 :p

Sebelum memutuskan untuk ke SATLANTAS Boyolali, Mae sudah browsing-browsing dulu. Peraturan terbaru itu kalau telat sehari harus membuat SIM Baru, Mungkin sebenarnya bisa mengurus di SIM Keliling SATLANTAS Surakarta yang lebih dekat, tapi info-info yang Mae dapat harus daftar dari dini hari dan dibatasi tiap harinya hanya 20 orang untuk hari jumat dan 40 orang untuk hari lain.

Semoga tulisan ini bermanfaat yaa, Sahabat Mae. Yuk dicoba dulu mengurus sendiri tanpa calo. Jangan pesimis dulu ah.

Jangan Lupa Bahagia Ya :)


Baca Juga Ya!




Kumpulnya Citizen Journalist Nusantara Di NET CJ CAMP 2.0



Yuk, Mae lanjutkan nih cerita tentang CJ atau Citizen Journalist. Daftarnya masih panjaaanggg...

1. Apa Itu Citizen Journalist dan Bagaimana Caranya Menjadi Citizen Journalist
2. Perjalanan Mae Menjadi Citizen Journalist
3. Suka duka menjadi citizen journalist
4. Teknik merekam peristiwa dan pengetikan naskah untuk televisi
5. Step by Step Mengirimkan Video ke NET
6. Keseruan CJ Nusantara di NETCJ CAMP 2.0

Perjalanan Mae Menjadi Citizen Journalist


Kali ini Mae akan bercerita tentang pengalaman Mae selama beberapa tahun ini menjadi Citizen Journalist (CJ). Buat yang belum tau apa itu CJ bisa baca dulu postingan sebelumnya tentang Apa Itu Citizen Journalist dan Bagaimana Caranya Menjadi Citizen Journalist

Apa Itu Citizen Journalist dan Bagaimana Caranya Menjadi Citizen Journalist


Kali ini Mae akan berbagi kisah tentang cerita cinta yang deritanya tiada akhir, eh bukan, tetapi tentang CITIZEN JOURNALIST atau CJ. Rencananya sih akan dibuat berseri dan selengkap mungkin, nih listnya :

Hammock Camp di Sekipan Tawangmangu

Yeayyy! Untuk pertama kalinya Mae bisa ikut Hammock Camp niy *loncat-loncat kegirangan*

Beberapa bulan lalu kenal komunitas HAMMOCKERS INDONESIA dari Kadila langsung sukaaaa.. Lalu masuk di grup WhatsApp Regional Jateng DIY. Orangnya baik hati dan ramah-ramah loo *ketjup atu-atu :*

Review 5 Kolam Renang Hotel Berbintang di Solo



Ada banyak sekali hotel berbintang di Solo. Nah, salah satu pertimbangan Mae dalam memilih hotel dimanapun adalah ada tidaknya voucher yang discount atau gratis :D  adalah kolam renangnya ^_^

Berikut ini beberapa kolam renang hotel berbintang di Solo yang pernah Mae kunjungi. Sebenarnya masih ada beberapa hotel yang belum disebutkan, soalnya sudah lama pas berenang disana dan ngga tau fotonya disimpan dimana. Lupa juga bagaimana rasanya berenang di tempat itu

Jadi, 5 hotel yang Mae sebutkan ini cuma yang sering Mae kunjungi dan favorit versi Mae yaa...

#Review1 Kolam Renang Lor In Business Resort & Spa Hotel

kolam anak-anak di Lor In
Lor In Business Resort & Spa Hotel

#Review2 Kolam Renang The Sunan Hotel

source : pegipegi.com
The Sunan Hotel

#Review3 Kolam Renang The Alana Hotel & Convention Center



The Alana Hotel & Convention Center

#Review4 Kolam Renang The Adhiwangsa Hotel & Convention Hall


The Adhiwangsa Hotel & Convention Hall

#Review5 Kolam Renang Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention



Jawa Dwipa Heritage Resort & Convention

Pacu Adrenalin Menuju Telaga Madirda Karanganyar



Setelah sedikit drama di pagi hari, Mae dan Michael akhirnya memutuskan untuk mencari kitab suci ke barat  ke arah timur untuk mencari durian dan hammocking, main ayunan
Rencana tinggallah rencana. ga ada durian dan ga ada pohon ideal buat ikat ayunan :'(

Nanana... dengan berbekal aplikasi google map, kami menuju TELAGA MADIRDA yang terletak tidak jauh dari air terjun jumog di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Alasannya sederhana aj sih. Karena kami belum pernah ke telaga itu :D 

Hey! salam kenal, namaku Buni :)
Dudududu... dan drama pun berlanjut. Ternyata rute yang direkomendasikan google map lumayan ekstrim. Tanjakan curam dengan jarak yang cukup bikin motor kami terengah-engah *yakalee motor bisa terengah-engah :p Lalu Mae diusir dari motor disuruh jalan kaki. Hiyaaa..  kuat kok kuat...selangkah.. dua langkah.. enteng... loh loh kok michael udah ga kelihatan.. loh ini ternyata jauh ya jalan kaki najak gini kok langsung capek banget ya.. trus gue pingsan Mae memotivasi diri, pasti bisa! *singsingkan lengan, ciaaattt*
Istirahat sebentar. Makan apel. Lalu mendung :’(


Mae dan Michael melajutkan perjalanan yang entah sampai kapan ini semua akan berakhir L Akhirnya kami melihat penunjuk arah yang menandakan TLOGO sudah dekat. Hurrraayyyy!!!

dari jalan utama, belok kanan masuk gang ini yaa..
Cukup membayar biaya parkir kendaraan saja sebesar Rp.2000. kita bisa menikmati eksotisme telaga ini. Tapi sayang saat Mae kesana sedang ada kerja bakti perbaikan jalan dan sound system keras sekali menyetel lagu-lagu dangdut.


Ada banyak ikan kecil warna-warni di telaga ini. Tetapi pengunjung tidak diperkenankan untuk menangkapnya. tuhhh... tulisan peringatannya ada dimana-mana.


Cekrak cekrek bentar. Cantik dikit cantik banyak cantik banget.  Lalu hujanpun turun dengan syahdu. Lalu Mae dan Michael nari-nari India sambil hujan-hujanan  berteduh di tenda biru penjual sate ayam *emang udah laper sih... Ada kejadian tak terduga di tenda biru ini, hiks. Ceritanya Mae di hisap vampir, eh lintah dink :p

Woaaa.. walaupun nunggu makanannya lama *padahal ga antri* tapi porsinya cukup banyak. harganya juga manusiawi. Rp.10.000 per porsi sate ayam 10 tusuk plus lontong. rasanya standar :)



Dengan kecepatan sekitar 60km/jam waktu tempuh dari rumah Mae ke Telaga Madirda sekitar 90 menit. Termasuk muter-muter di Karanganyarkota yang jalan utamanya masih dipakai car free day.


Telaga Madirda tidak terlalu luas kok. Kalau kita jadi penduduk setempat, mungkin kita akan menganggapnya seperti empang aja gitu. widiihh, jangan salah, airnya jernih dan available klo mau berenang-renang ditepian ^_^

yang pasti available buat foto-foto juga kan :p
Kalau mau ke telaga ini, bisa loo dalam satu hari sekalian ke air terjun jumog dan air terjun parang ijo. Ada juga Goa Sari, tapi Mae belum pernah kegoa itu.

Jalan-jalan dan menjadi bahagia itu ga harus mahal ya gaeess... nih total pengeluaran Mae dan Michael kali ini cuma Rp.47.000, jadi kalau perorang tinggal dibagi dua aja yaa...
Bensin Rp. 20.000.
Parkir   Rp.  2.000.
Makan  Rp.23.000.
Cimol   Rp.  2.000.

pencitraan lagi ahh :)


Jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan di lokasi wisata. Utamakan keselamatan saat selfie.
Jangan lupa bahagia :)

BACA JUGA


Akulah Lintah Penghisap Darah di Telaga Madirda Karanganyar

Saat menulis ini, aku dalam kondisi kekenyangan *elus-elus perut* nyam-nyam.. siang ini aku dan 2 lintah saudaraku habis menghisap darah seorang wanita jelita, sebut saja namanya Mae *beneran jelita! ~lalu pembaca protes... dududu... *suka-suka yang punya blog! Situ pengen dibilang jelita juga? Bikin blog sendiri, dong!

Mae itu baik hati sekali. Saat dia melihat saudaraku sesama lintah menempel di jemarinya, alih-alih menjerit sok lebay kayak wanita lainnya, Mae malah setengah berbisik, “ehh ini apa sih lucu.. kecil lembek goyang-goyang...” eeaaaa...

Lalu Mae hanya menjauhkan lintah itu. Udah, gitu doang. Saudaraku ga di bunuh. Saat itu aku sedang asyik menghisap darahnya di kelilingking kaki.

“loo.. kok banyak banget ini ada lagi. Lintah ya?” Mae bicara dengan travelmatenya, sebut saja namanya Michael.

Michael menoleh dan terkejut, lalu dengan hati-hati memindahkan saudaraku sesama lintah lainnya yang menempel di betis Mae, ke rumput, tidak di bunuh juga! Wah ini kok manusia pada baik-baik amat ya, padahal bekas gigitan saudaraku itu masih meneteskan darah terus dari betis Mae. *lintah mendadak merasa bersalah*

“ADA LAGI!” Michael mengetahui keberadaanku. Aku waspada dan menghentikan aktifitasku dalam menyedot darah di jari kelingking kaki Mae.

Sepertinya Mae mulai merinding. Tiga kali mengetahui ada lintah yang menyedot darahnya mungkin membuatnya shock juga. Akhirnya wanita jelita itu menjerit juga. Habis sudah! Michael pasti membunuhku *pasrah*

Ternyata nggak kok.. aku cuma dipindahkan ke rerumputan. Dari sini aku bisa menyimak perbincangan antara Mae dan Michael. Aku bisa melihat mereka mulai menyisir tikar tempat mereka duduk, mencari mungkin masih ada lintah-lintah lain. Dan benar saja, mereka menemukan beberapa saudaraku di tikar. Lintah yang belum menghisap darah itu ukurannya kecil sekali, serupa benang saja besarnya. Tapi yang sudah kenyang seperti aku akan tampak sebesar butiran beras, lembek goyang-goyang, sekilas kayak di animasi Larva.

Di musim penghujan seperti ini. Aku dan saudara-saudaraku banyak menempel di rerumputan. Kami menunggu kaki-kaki yang bisa kami tempeli, lalu menghisap darahnya. Seperti Mae, korban kami tidak akan merasakan sakit atau rasa apa-apa. Sampai kami kenyang dan sangat gendut. Tetapi bekas gigitan kami cukup dalam. Ada beberapa lubang di kaki Mae yang terus menerus mengeluarkan darah selama beberapa menit. Aku melihat Michael dengan sangat teliti berusaha menghentikan keluarnya darah tersebut dengan cara mengolesi air liurnya.

Saat itu, Mae dan Michael sedang berteduh dari hujan di tenda penjual sate ayam. Mereka tidak menyadari bahwa kami menempel saat mereka menginjak rerumputan tadi. Kami memang tinggal disini. Telaga Madirda, Ngargoyoso Karanganyar.


Sampai jumpa, Mae dan Michael. Kembali lagi kesini, tapi harus waspada dengan langkah kakimu. Kami menunggumu di rerumputan J

BACA JUGA
Pacu Adrenalin Menuju Telaga Madirda